Input Parameter Sensor Mesin
5 Variabel TelemetriDiagnosis & Hasil Prediksi
Status Real-timeMenunggu Input Sensor
Pilih salah satu tombol preset di sebelah kiri atau sesuaikan parameter sensor untuk memulai evaluasi inferensi model.
Spesifikasi Model Teruji
- Algoritma Random Forest (Balanced)
- Recall Kelas Failure 85.8%
- Akurasi Keseluruhan 93.6%
- Area Under Curve (ROC-AUC) 0.942
Ringkasan Business Understanding (CRISP-DM)
Kesesuaian Masalah Industri & Solusi AnalitikKebutuhan Organisasi
Mengeliminasi unplanned downtime pada lini pemesinan logam presisi serta memangkas biaya perbaikan darurat komponen mekanik sebesar 20-25%.
Stakeholder Kunci
Plant Manager: Penjaga efektivitas OEE lini.
Maintenance Engineer: Penjadwalan servis & sparepart.
Operator: Pemantauan giliran kerja.
Tujuan Analisis Data
Mendeteksi anomali telemetri sensor secara kontinu untuk mentransformasikan strategi perawatan dari run-to-failure menjadi predictive maintenance.
Indikator Kinerja (KPI)
Bisnis: Penurunan downtime 25%.
Teknis: Recall ≥ 85% untuk meminimalkan kerusakan mesin yang lolos dari deteksi model.
Ruang Lingkup Proyek
Fokus pada 5 sensor fisik mesin pemesinan logam presisi (CNC/bubut). Tidak mencakup faktor eksternal seperti listrik padam PLN atau kelalaian operator.
Data yang Dikonfirmasi
Standarisasi satuan sensor (Kelvin, RPM, Nm, Menit), frekuensi sampling IoT, dan validitas log riwayat kerusakan aktual dari teknisi mekanik pabrik.
Jembatan Minggu Ke-4: Analytical Question & Machine Learning Task
Pertanyaan Analitik: Berdasarkan telemetri 5 sensor operasional saat ini, apakah mesin berada pada kondisi kerja aman atau mendekati kegagalan mekanis?
Pendekatan: Klasifikasi Biner (Supervised Learning) dengan target diskrit: 0 (Normal) vs 1 (Failure), bukan regresi nilai kontinu atau clustering murni.